Telkom Buka Akses Internet 33 Desa Terpencil Di Jabar

Padahal banyak pebisnis sukses yang memulai bisnis dengan modal minim. PLN siap menjalankan keputusan pemerintah untuk kembali memperpanjang pemberian stimulus listrik bagi masyarakat kecil, industri, bisnis, dan sosial hingga Desember 2021. Bahkan, dia turut mengapresiasi kerja keras yang dilakukan PLN karena sudah berhasil melalui banyak rintangan untuk menyinari desanya. Ia pun berharap dengan hadirnya listrik, warga desanya bisa bergairah lagi untuk meningkatkan perekonomian mereka. Kerja keras dari PLN itu pun membuahkan hasil, sebanyak 8.234 pelanggan yang tersebar di 39 desa kini sudah bisa merasakan aliran listrik di siang hari.

Anda tidak mungkin menggunakan web ebagai sarana promosi Anda, bukan? Sebaliknya, Anda akan menggunakan media yang lebih umum digunakan masyarakat pedesaan. Bahkan Anda mungkin akan pergi dan mengadakan demo produk di desa-desa terpencil. Rencana yang realistis dan sesuai dengan goal akan bermanfaat bagi kesiapan bisnis Anda. Contohnya, jika Anda ingin mempromosikan produk Anda di desa-desa terpencil, Anda harus meneliti kehidupan masyarakat disana dan menemukan strategi bisnis yang sesuai. Untuk itu, Larry mengatakan siap membantu pemerintah dalam program Indonesia merdeka internet 2020 terwujud.

Antara lain dengan terus membangun infrastruktur telekomunikasi di desa, termasuk mendirikan satu BTS lagi di Giritontro. “Kami siap berkolaborasi agar agenda pemerintah terjadi dengan baik,”ujarnya. Warga lokal pun digandeng sebagai mitra untuk mengenalkan layanan ini.

Bisnis di desa terpencil

Siapa yang tidak mengetahui PS atau Playstation, bahkan tidak anak-anak saja yang gemar memainkannya. Permainan ini sendiri kini merambah di perkampungan dan pedesaan. Namun karena harga jual PS masih sangat mahal membuat hanya sedikit bahkan beberapa orang saja yang dapat membelinya. Dengan harga terjangkau, jelas akan ada banyak peminat terlebih pasar PS ini ialah anak-anak dan orang dewasa. Khusus, untuk program penjangkauan ke masyarakat terpencil, Lipo dan rekannya menggratiskan seluruh biaya pengadaan alat dan pemasangan instalasi. “Kita memang targetkan masyarakat mendapat produk ini dengan free of charge,” ujar Lipo.

Kusdwiharto juga mengungkapkan, untuk ke-10 desa tersebut PLN berinvestasi sebesar Rp61 miliar atau Rp31 juta per pelanggan. Untuk bisa menikmati penerangan dari genset, warga harus membayar sekitar Rp150 ribu per bulan ke pemilik genset. “Bisa dibilang, hanya warga yang mampu saja yang bisa pakai genset. Seringkali warga yang punya genset juga tidak bisa pakai setiap malam.